seperti kata pelayan pertamina,yang baik tentunya.yang jutek????banyaaaaak.alih-alih ngucapin kalimat DIMULAI DARI NOL,nanya ngisi berapa aja kaya BUSER ngintrogasi maling ayam,kenceng bener.Beda sama kalo ngintrogasi`MALING BESAR.
OK.mari kita bercerita tentang orang-orang yang berawal dari nol dalam menjalani hidupnya.
Sebut saja namanya ohim,seorang anak laki-laki yang lahir dari pasangan ayah dan ibu dari kalangan sederhana pada jamannya yang kira-kira tahun 1950-an.
Semakin bertambahnya tahun,yang kalangan kaya pun terkikis menjadi kalangan sederhana dan kalangan sederhana menjadi kalangan biasa saja.Karena berkurangnya nilai mata uang dan naiknya harga-harga kebutuhan.
Si ohim adalah anak ke 6 dari 6 bersaudara,tapi menjadi yang kelima karena kakak pertamanya meninggal dunia.Masa kecil Ohim biasa saja,biasa,penuh kekurangan.Bahkan ohim balita hampir meninggal karena sakit tanpa adanya biaya yang cukup.Beruntung tuhan masih berbaik hati dan membiarkan ohim melanjutkan perjalanan hidup yang tidak mudah.
Bagaimana tidak,ohim seperti anak kecil lainnya yang menginginkan obyek-obyek mainan.Tapi ohim tidak seperti anak yang lainnya,yang dengan mudah dapatkan apa yang di inginkannya.
Ohim kecil tumbuh menjadi anak yang penyendiri walaupun terkadang bisa berkumpul dengan teman sebayanya,tapi tetap saja ohim tidak bisa seperti yang lain,tersenyum lepas.
Tahun-demi tahun berjalan ohim tidak berubah,masih seperti dulu.Oh ya,ohim ternyata sudah menginjak usia 10tahunan.Dan tidak terjadi perubahan pada sikapnya yang minder karena kondisi.Ya,ohim dikondisikan pada keadaan keluarga yang tidak harmonis dan seimbang dalam segala sisi,terutama dari sisi perekonomian.
Mungkin ohim berpikir,siapa sih saya????cuma orang kecil di antara banyaknya orang yang merasa besar.hanya sendiri di antara banyaknya orang diantara keramaian.
Tapi ohim sedikit berubah,dalam hal keinginan yang dia inginkan,sedikit dia bisa bepikir dengan apa dia bisa dapatkan apa yang di inginkan.Dengan berusaha,bekerja.Disatu sisi ohim sedikit lebih seperti anak-anak yang lain.punya apa yang ingin dimiliki.tapi ohim di satu sisi kehilangan waktu layaknya anak-anak yang lain seumuran.
Ohim lebih banyak menghabiskan waktu untuk menghasilkan apa yang bisa di tukarkan untuk apa yang dia inginkan.ya!!!UANG!!!
Dari keadaan,ohim bisa berpikir banyak,tidak semua manusia di lahirkan dengan mudah dapatkan apa yang di inginkan.Tidak semua manusia terlahir dari keluarga yang bisa memberikan apa yang di harapkan.DAN TIDAK SEMUA MANUSIA DILAHIRKAN BERPIKIR UNTUK BEKERJA KERAS UNTUK DAPATKAN YANG DI INGINKAN.
Dari keadaan,ohim bisa berpikir lebih menghargai perasaan orang lain,orang yang sama kecilnya dengan ohim.Dan lebih memperhatikan cara bersikap orang besar terhadap orang kecil,perlakuan orang besar pada orang kecil.
Tuhan menciptakan sebuah keadaan,sulit,mudah,kaya miskin,pasti dengan sebuah tujuan,dengan sebuah hikmah.
Walaupun ohim sekarang masih bukan siapa-siapa,setidaknya ohim masih bisa sedikit bertanggung jawab pada sesuatu,dan masih bermimpi untuk menjadi manusia berguna untuk keluarga,karena,,,, baik tidaknya keluarga yang membesarkan kita,hendaknya di jadikan cerminan untuk menjadi lebih baik dan memperbaiki yang dirasa tidak baik.BENAR!!!!ada pepatah,PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK.
Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik.
No comments:
Post a Comment