Mereka masih dijalan
Mereka
Yang melihat dunia ini dari trotoar
Berbaur dengan derap langkah si pejalan kaki
Menyatu dengan asap polusi
Tenggelam oleh raungan suara mesin yang berjalan tanpa perasaan
Mereka yang berpeluh bercampur debu jalanan
Tanpa mengeluh
Meski hidup tak lepas dari keluh
Mereka masih dijalan
Dengan sedikit harapan
Dengan sedikit keinginan
Cukup makan
Tak peduli masa depan
Tembok kokoh jembatan
Yang berdiri dengan nilai miliaran
Hanya menjadi sandaran sahabat lelah
Di balik resah
Apa karena kita lebih pintar?
Atau karena kita lebih kikir?
Tanpa berpikir untuk mereka.
Fakir.
No comments:
Post a Comment